RSS

AKU BELAJAR MENCINTAI

20 Mar

Kita pernah mendengar ungkapan dari dari banyak orang yang mengatakan “sesuatu yang tidak diamalkan, tidaklah bernilai atau berarti“. Ungkapan itu ada benarnya tetapi tidak mutlak. Mengapa? Karena tidak hanya perbuatan  yang mempunyai nilai/harga, melainkan juga menderita dan sikap menerima  Iman Kristiani bukanlah melulu aktivitas, tetapi juga membutuhkan penghayatan dan permenungan agar kita lebih dekat dengan pada Sang Sumber Cinta Sejati yatu Yesus.

Memang perintah Tuhan Yesus harus kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk dapat mengamalkan sebagian nasehat Tuhan Yesus terlebih dulu kita perlu memahami secara benar apa yang diperintahkan. Ada perintah “Cintailah Tuhan Allahmu dan cintailah sesamamu seperti dirimu sendiri”. Itu perintah yang bisa kita mengerti dan kita pakai sebagai pegangan hidup sehari-hari. Setiap orang harus mencintai diri sendiri, kita juga harus menerma diri kita sebagai mana adanya. Sikap semacam itu merupakan dasar bagi kita untuk belajar mencintai orang lain, menerima orang lain sebagaimana adanya, serta  berbuat baik kepada orang lain. Mengapa kita harus mencintai diri kita, yah…karena Tuhan lebih dulu mencintai kita. Nah… karena kita dicintai oleh Tuhan, maka kita mencintai diri sendiri dan sesama.

Siapakah sesamaku? Kita masih ingat ketika Yesus menceriterakan  seorang yang dirampok, ia dipukuli sampai babak belur kemudian dibiarkan tergeletak di pinggir jalan. Seorang imam dan pelayan kenisah lewat di situ tetapi mereka acuh saja. Seorang Samaria mendengar rintihannya lalu mengulurkan tangannya. Kalau kita ditanya siapakah dari ketiga orang tadi yang disebut sesama, Dengan mudah kita akan menjawabnya.

Nah kalo kita ditanya siapakah sesama kita sekarang? Kalau kita berpedoman pada cerita tadi maka jawabnya adalah siapa saja yang membutuhkan pertolongan kita. Tentu saja ini bukanlah suatu perintah yang mudah dilaksanakan. Sesama kita itu bisa orang yang dekat dengan kita, tetapi juga orang yang berada ditempat yang jauh.  Sesama kita yang membutuhkan pertolongan juga banyak, sebut saja korban letusan gunung Merapi dan korban tsunami yang terjadi di Jepang akhir-akhir ini.

Di situlah kita benar-benar dimintai pertolongan, Pertolongan yang dapat kita berikan adalah dengan menggalang aksi solidaritas pengumpulan dana dan juga berupa makanan, pakaian,obat-obatan dan seandainya kita tidak bisa melalkukan itu semua kita juga bisa tetap berbuat untuk sesama yakni dengan BERDOA. Seperti bacaan INJIL dalam minggu prapaskah yang ke dua, Yesus di Muliakan.  Itulah sebagian dari wujud nyata cinta yang dapat kita lakukan pada sesama. Tuhan juga melalukannya untuk Tuhan Yesus” INILAH ANAKKU YANG KUKASIHI, KEPADANYALAH AKU BERKENAN” Tuahn telah mengajari kita, untuk itu kita juga belajar dari sang PENGASIH yakni TUHAN.

Penderitaan dan nasib malang tidak hanya satu macam saja seperti di atas. Ada berbagai macam misalnya orang lapar akan makanan, orang yang rindu akan cinta kasih, orang yang dikucilkan, orang yang haus pengetahuan, pengertian dan kehangatan. Mengubah keadaan yang menyedihkan tidaklah mudah, karena kemampuan kita terbatas, Akan tetapi kita tidak boleh putus asa dan kehabisan akal bagaimana mengatasi dan meringankan penderitaan sesama manusia.

Kalau saya mencintai berarti juga belajar memperhatikan serta memahami orang lain , saya bukan untuk menilainya, kalau saya mencintai maka saya belajar menerima pikiran, perkataan orang lain. Saya tidak bisa menuntut orang lain supaya hidup sesuai dengan seleraku. Saya belajar, bahwa kita semua diciptakan supaya saling tolong menolong. Saya  belajar, bahwa bukan hal-hal yang istimewa/mahal yang dibutuhkan seseorang, melainkan hal biasa-biasa  misalnya : Sedikit dari waktuku untuk orang lain, kesediaanku untuk mendengarkan keluh kesahnya, perhatianku, kesabaranku, tegur sapaku yang bersahabat, motivasiku, gurauanku/candaku, atau pandangan mata yang membangkitkan harapan.

Melihat kenyataan hidup ini yang serba butuh perjuangan terkadang kita sulit untuk melaksanakan. Mengapa? Ya karena terkadang kita masih milih-milih status sosialnya, siapa orangnya, dari mana asalnya dan sebagainya. Kalau toh ada belum tentu diterima oleh orang yang menganggap dirinya baik, sosial, pintar, terpandang, atau orang yang tidak senang pada kita .

Dalam Kitab Suci perjanjian baru, dalam hidup-Nya, Yesus telah menunjukkan pada kita bagaimana model cinta sejati. Yesus telah banyak menolong orang lain, akan tetapi tidak pernah menolong diri-Nya sendiri, bahkan menyerahkan nyawanya untuk sahabat-sahabat-Nya. Yesus berbuat demikian karena Ia tahu apa yang dibutuhkan orang lain. Begitulah cara Yesus membawa cinta kasih-Nya ke dunia yang benar-benar dikasihi-Nya Ia mengajak kita agar kita tetap memelihara cinta yang diberikan Tuhan agar cinta tidak lenyap dari bumi ini. Sekarang bagaimanakah sikap dan perilaku kita sebagai manusia yang dicintai Tuhan, apakah kita juga mengerti apa yang dibutuhkan atau diharapkan oleh para orang di sekitar?

Perintah untuk mencintai musuh bagi kebanyakan orang memang sangat sulit, ya dengan alasan yang logis, misalnya bagaimana harus mencintai orang/mengampuni orang yang telah nyata-nyata menghancurkan hidup kita, menyakiti hati kita, memfitnah kita,mempermalukan kita dsb. Rasanya sulit. Mungkin yang ada pada pikiraan dan kehendak kita adalah membalas dengan perbuatan yang sama., hal itu wajar, tetapi apakah kita harus membalasnya? Perintah Tuhan Yesus memang demikian, nah kalau itu perintah dari Tuhan sendiri tetapi kita tidak melaksanakan ya, berarti kita hanya sekedar mengerti tetapi tidak melakukan. Padahal mencintai harus berbuat sesuatu yang baik kepada orang lain (dalam hal ini musuh).

Kalau kita mau merenungkan maka akan menemukan bahwa kekuatan untuk mencintai musuh tidak berasal dari diri kita sendiri, melainkan kekuatan itu kita terima sebagai karunia Tuhan dengan cuma-cuma. Tuhan adalah cinta itu sendiri. Tuhan telah menerima kita sebagaimana adanya dan mencintai kita selagi kita masih merupakan ciptaan-Nya, yaitu sebagai orang yang berdosa. Nah kalau kita rasakan sejuknya angin yang setiap hari dikirimkan oleh Tuhan supaya dapat kita hirup sehingga terasa segar dan nyaman, maka hendaknya kita juga memberi suasana yang segar,sejuk, nyaman bagi orang di sekitar kita juga termasuk orang yang tidak simpati pada kita. SEMOGA. (by Jhoe Dandy)

About these ads
 
Leave a comment

Posted by on March 20, 2011 in Blogroll, CINTA

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: