RSS

“Kerja itu adalah sebuah Kehormatan”

16 Feb


Sorang pemuda yang sedang lapar pergi menuju salah satu restoran yang ada di jalan Solo dan karena sangat laparnya iapun setelah makanan pesannya datang langsung saja ia menyantap makanan tersebut. Saat pemuda itu asik menikmati makananya datanglah seorang anak kecil laki-laki menjajakan kue kepada pemuda tersebut, “Omm mau beli kue, enak loe Omm?” Dengan ramah pemuda yang sedang makan menjawab, “Tidak, saya sedang makan”.

Anak kecil tersebut tidaklah berputus asa dengan tawaran pertama. Ia tawarkan lagi kue setelah pemuda itu selesai makan, pemuda tersebut menjawab, “Tidak dik saya sudah kenyang”.

Setelah pemuda itu membayar ke kasir dan beranjak pergi dari warung kaki lima utnuk membeli sebatang rokok, anak kecil penjaja kue tidak menyerah dengan usahanya yang sudah hampir seharian menjajakan kue buatan bunda. Mungkin anak kecil ini berpikir “Saya coba lagi tawarkan kue ini kepada Omm itu, siapa tahu kue ini dijadikan oleh-oleh buat orang dirumah”.

(Ini adalah sebuah usaha yang gigih membantu ibunda untuk menyambung kehidupan yang serba pas-pasan ini.)

Saat pemuda tadi beranjak pergi dari warung tersebut anak kecil penjaja kue menawarkan ketiga kali kue dagangannya. “Omm mau beli kue saya, enak loe Omm; bisa buat oleh-oleh?”, pemuda yang ditawarkan jadi risih juga untuk menolak yang ketiga kalinya, kemudian ia keluarkan uang Rp 1.500,- dari dompet dan ia berikan sebagai sedekah saja. “Dik ini uang saya kasih, kuenya nggak usah saya ambil, anggap saja ini sedekahan dari saya buat adik”.

Lalu uang yang diberikan pemuda itu ia ambil dan diberikan kepada pengemis yang sedang meminta-minta. Pemuda tadi jadi bingung, lho ini anak dikasih uang kok malah

dikasihkan kepada orang lain.

“Kenapa kamu berikan uang tersebut, kenapa tidak kamu ambil?” tanya pemuda itu pada anak kecil.

Anak kecil penjaja kue tersenyum lugu menjawab, “Saya sudah berjanji sama ibunda di rumah, ingin menjualkan kue buatan ibunda, bukan jadi pengemis, dan saya akan bangga pulang ke rumah bertemu ibunda kalau kue buatan ibunda terjual habis. Dan uang yang saya berikan kepada ibunda hasil usaha kerja keras saya. Ibunda saya tidak suka saya jadi pengemis “.

Pemuda tadi jadi terkagum dengan kata-kata yang diucapkan anak kecil penjaja kue yang masih sangat kecil buat ukuran seorang anak yang sudah punya etos kerja bahwa “Kerja itu adalah sebuah kehormatan”, kalau dia tidak sukses bekerja menjajakan kue, ia berpikir kehormatan kerja di hadapan ibundanya mempunyai nilai yang kurang.

Suatu pantangan bagi ibunya, bila anaknya menjadi pengemis, ia ingin setiap ia pulang ke rumah melihat ibu tersenyum menyambut kedatangannya dan senyuman bunda yang tulus ia balas dengan kerja yang terbaik dan menghasilkan uang.

Kemudian pemuda tadi memborong semua kue yang dijajakan lelaki kecil, bukan karena ia kasihan, bukan karena ia lapar tapi karena prinsip yang dimiliki oleh anak kecil itu “Kerja adalah sebuah Kehormatan“, ia akan mendapatkan uang kalau ia sudah bekerja dengan baik.

CATATAN :

Cerita di atas adalah kisa nyata yang di alami oleh penulis, semoga ini bisa bermanfaat dan menyadarkan kita tentang arti pentingnya kerja. Bukan sekadar untuk uang semata. Jangan sampai mata kita menjadi “hijau” karena uang sampai akhirnya melupakan apa arti pentingnya kebanggaan profesi yg kita miliki. Sekecil apapun profesi itu, kalau kita kerjakan dengan sungguh-sungguh, pasti akan berarti besar bahkan sangat besar. Semoga…!!!

Februari 2007

By Dandy (Joe)

 
Leave a comment

Posted by on February 16, 2007 in Blogroll, INDAHNYA DUNIA

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: