RSS

Kala Aku Pulang

17 Feb

(By Dandy)

Hatiku melonjak ketika tiba saatnya liburan panjang. Pikiranku melayang mengingat seseorang yang kucintai nun jauh di sana. Membayangkan saat-saat yang akan kami lalui dengan penuh canda dan tawa.

Lanjut »
Membayangkan tempat-tempat yang akan kami kunjungi sambil membiarkan memori kami disegarkan. Membayangkan keluarga, teman, dan kerabat yang akan kami temui untuk melepas rindu. Rencana demi rencana bermunculan di benakku. Mereka seakan berlomba-lomba minta untuk diwujudkan.

Tak lama di udara, kakiku akhirnya berpijak di Bandara hang Nadim. Penjemputku, yang tak lain adalah bidadariku, menyambut dengan senyum terbaik. Setangkai mawar merah dipersembahkan sambil berbisik, “Selamat datang, Denmasku.” Dia benar-benar tahu bagaimana membuatku tersanjung. Kami berbincang banyak hal beberapa jam kemudian. Duduk-duduk di kontrakannya hingga 2 malam. Cerita demi cerita mengalir bergantian dari mulut kami. kontrakan menjadi saksi sepasang kekasih melepas rindu.

Waktu yang sempit membuat kami harus memanfaatkannya dengan efektif dan efisien. Mulai dari acara belanja, rekreasi, nonton, mempersiapkan acara ulang tahun dan valentine, reuni, bahkan pelukan dan ciuman selalu kamilakukan. Bidadariku dengan setia menemani ke mana pun aku pergi. Aku bak Pangeran layaknya di negeri dongeng.

Seminggu ini, hari-hariku penuh warna. Bak pelangi terbentang di langit. Bahagia rasanya dapat kembali berada di tengah-tengah orang yang dekat di hati. Benar kata pepatah, “Meski hujan emas di negeri orang, masih lebih baik hujan batu di negeri sendiri”. Walaupun kita enak di tanah rantau, tetapi lebih enak di rumah sendiri.

Aku bersyukur untuk kesempatan merantau yang Tuhan berikan. Aku bersyukur untuk pekerjaan yang Tuhan sediakan. Betapa aku melihat, Tuhan sungguh baik merancangnya bagiku. Di sisi lain, kami belajar ekstra tentang hubungan jarak jauh. Dengan sarana komunikasi yang terbatas, kami selalu berusaha kontak. Didasari penyerahan penuh pada Tuhan dan rasa percaya pada pasangan, kami berusaha menjalani komitmen bersama. Puji Tuhan, sampai saat ini kami bertahan.

Saatnya untuk kembali ke tempat tugas. Aku harus terbang pagi-pagi sekali. Ibarat handphone yang baru di-charge, baterai kami penuh. Kami berharap baterai itu cukup untuk bertahan sampai pertemuan kami selanjutnya. God, help us.

 
Leave a comment

Posted by on February 17, 2007 in Blogroll, INDAHNYA DUNIA

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: