RSS

KAMU bukan AKU

17 Feb

Hari ini aku sulit berkonsentrasi. Sepanjang hari hanya sibuk memikirkan banyak hal dan juga pacar nan jauh di sana. Kemarin aku berkata dalam hati kalau hari ini aku berniat menyelesaikan pekerjaan yang sudah menumpuk. “Ah… masih ada hari esok,” aku berkilah membiarkan pikiranku terbang mencari sebongkah inspirasi.

Lanjut »
“Dua minggu lagi, dan waktuku semakin singkat,” kataku dalam hati. Aku berdoa semoga aku tidak jatuh sakit dan bisa berenang dalam inspirasi yang kutemukan. Kamu layak menerima yang terbaik dari yang aku punya.

Di luar cuaca cerah sekali, nanti sore aku pergi berburu harta karun untuk masa depanku. Aku mencarinya di antara puluhan daftar yang kususun, sesuatu yang ‘sederhana tetapi berkesan’. “Sulit sekali memilihnya… atau mungkin aku berikan saja semuanya?” kataku sedikit frustasi.

Aku ingat hikmat yang berseru-seru di telingaku di Telaga Situ Patengan, di mana Di sana ada pulau keci yang berbentuk hati dan dinamakan Pulau Asmara dan di seberang berikutnya adanya dua buah batu yang cukup besar yang dinamakan Batu Cinta di hari liburabku ke Bandung. Dalam benakku selalu mengiang

“Cinta tidak mengenal kata ‘AKU’, cinta tidak mengenal kata ‘MUSTAHIL’. Cinta hanya mengenal kata ‘KAMU’, cinta hanya mengenal kata ‘TIADA YANG MUSTAHIL’. Sudah saatnya kita belajar untuk mengutamakan ‘KAMU’ dan tidak membiarkan lagi ego dan kesombongan ‘AKU’ membuat kita mengulangi kesalahan yang sama”.

Dalam perjalananku pulang benakku selalu berbicara, ”AKU melahirkan banyak penyakit. AKU menimbulkan banyak perpecahan. AKU telah merusak banyak kehidupan. Semua kekecewaan, kepahitan, kebencian, iri hati, dendam, pembunuhan, kekacauan, semua jenis kejahatan dimulai dari kata AKU”.

Aku sadar bahwa aku tidak sendirian seperti Batu cinta yang selalu berdampingan dengan menikmati indahnya Sang Telaga dan indahnya Sang Pulau Asmara. Dengan itulah benakku bergeming, ”Maukah kamu melangkah bersamaku, saling menopang dan mengutamakan satu sama lain serta hidup dalam kasih yang penuh pengertian? Adakah kita sepakat berkata, “Aku ingin selalu menyenangkan KAMU dan tidak mencari-cari kepentingan AKU sendiri? Satu hal yang kuingini, KAMU menjadi kata pertama dalam setiap ekspresi cinta yang kuberikan untukmu”.

Bisakah AKU bukan KAMU..?

Februari 2007
By Dandy (Joe)

 
Leave a comment

Posted by on February 17, 2007 in ARTICLE, Blogroll

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: