RSS

Secuil Yang Bermakna

17 Apr

Secuil Yang Bermakna

Kalau impian dan keinginan itu cukup besar, masalah-masalah yang berhubungan dengan keadaan tidak menjadi terlalu penting.

Yang kutahu hanyalah bahwa diriku telah diberi kehormatan

untuk merasakan cinta”

(Dandy)

Nuansa pagi ini diselimuti awan mendung, di kota Denpasar sudah mulai ramai orang-orang mulai beraktifitas dengan kesibukannya masing-masing. Dengan kesibukannya mereka aku juga tidak mau ketinggalan untuk mencari kesibukanku sendiri. Setelah mengantar kekasih tercintaku bekerja aku singgah di suatu tempat untuk meninkmati nuansa alam pagi, tempat itu yakni Puputan. Suatu tempat sejarah di Bali yakni dalam Perang Puputan. Di sana aku dapat melihat anak-anak bermain, kaum muda bercengkrama dengan kesibukannya, dan para pedagang asongan yang ke sana-ke mari untuk menjajakan dagangannya.

Dalam sendirian tiada satupun yang aku kenal di antara mereka. Dengan kesendirian aku dengan asiknya melihat-lihat, memandangi kesibukan-kesibukan mereka dan nusansa rumput hijau yang segar. Dengan keasikan itu aku melihat petugas ketertiban dengan berpakaian seragamnya datang dengan wajah geram dan menakutkan khususnya bagi para pedagang asongan, kerena dengan datangnya mereka para pedagang harus meninggalkan lapangan Puputan (diusir) untuk bersembunyi supaya tidak tertangkap. Namun mereka akan kembali jualan bila para petugasnya sudah pergi. Unik ya hidup ini.

Impian dan keinginan yang besar para pedagang berani mengambil resiko yang sangat besar demi memperjuangkan hidup dan kebutuhan keseharian. Perjuangan hidup yang beras tidak hanya para pedagang asongan saja namun seorang bapak sebut saja Pak H. Pak H adalah seorang supir yang mangkal di depan Musium Bali, ia menunggu para touris untuk menggunakan jasanya. Dengan penuh kesabaran ia harus menunggu dan menunggu untuk mendapat penumpang supaya mendapatkan uang supaya bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Sambil menunggu Pak H mengampiriku dan kami bertegur sapa dan bercrita-crita dengan asiknya. Setelah bercerita panjang lebar tiba-tiba sang bapak bicara dengan suara sedikit serak, “ Mas, kenapa hidupku tidak pernah berubah dan rasanya berat sekali”. Aku sangat kaget mendengarnya, maksudnya apa bapak ini omong kayak gitu? Itu yang terbersit dalam benakku. “Mas, dalam seminggu ini aku tidak dapat uang seperserpun sedangkan kebutuhan keluargaku semakin besar untuk istri dan biaya sekolah anak-anakku, sekarang aku bingung harus bagaimana. Biasanya walapun sekali aku dapat dalam seminggu tapi untuk minggu ini aku tidak dapat apa-apa. Sekarang untuk membeli makan untuk diri sendiri aja tidak sanggup apalagi untuk keluargaku”. Aku semangkin tidak mengerti dengan apa yang dia bicarakan. “Sudah tiga hari ini aku harus menahan rasa lapar dan terus berharap sepaya aku nantinya dapat tarikan supaya aku bisa membeli makan untuk mengganjal perutku”. Semakin dia bercerita panjang lebar aku semakin bingung mau berbuat apa.

Kemudian dalam benakku muncul ketika ada pedagang Lumpia lewat di depanku dan dengan selintas aku langsung memanggilnya. Dengan sedikit gemetar aku menawari bapak itu dengan suara pelan, takut kalau nanti tersinggung. Namun setelah aku tawari dia mau menerimanya, hatiku lega dan senang. Kemudian kami makan bersama dan setelah itu suasana jadi berubah rasanya wajah bapak itupun sedikit cerah. Kami menikmati Lumpia itu dengan rasa yang enak dan penuh dengan senyum.

Setelah makan kami kembali bercerita-cerita dan akhirnya ada empat orang touris datang menghampiri kami lagi mencari kendaraan untuk ke Kuta, “Pak, ini rezeki Bapak”, kataku dalam hati. Pak H menghampiriku dan berjabat tangan denganku sambil “ mas, terimakasih dan ini tak akan pernah aku lupakan” kemudian pergi dan aku tersenyum menyambut kepergiannya.

Sungguh pengalaman yang tidak pernah aku duga, aku bisa mengalami hal yang sangat unik dan bermakna seperti ini. Aku hanya bisa tersenyum bahagia dan rasa bahagia tiba-tiba muncul menyelimutiku, sungguh pengalaman secuil yang bermakna.

Hidup adalah perjuangan dan impian, bila impian dan keinginan kita cukup besar, maka masalah-masalah yang berhubungan dengan keadaan kita tidak menjadi terlalu penting dan landasilah itu semua dengan Cinta. Ku buatkan puisi ini untuk diriku sendiri.

Membuka Helai-helai Mawar

Hanyalah kuncup mawar mungil,

sekuntum bunga indah ciptaan Tuhan;

namun demikian, aku tak dapat membuka helai-helai bunganya,

dengan tangan-tanganku yang kikuk dan canggung.


Rahasia membuka helai-helai bunga,

aku tak mengetahuinya;

Tuhan membuatnya mekar menakjubkan,

sementara di tangan-tanganku, ia layu lalu mati.


Jika aku tak dapat membuka helai-helai kuncup mawar,

bunga indah ciptaan Tuhan,

bagaimana mungkin aku berpikir bahwa aku memiliki kebijaksanaan,

untuk membuka lembar-lembar hidupku?


Jadi, aku mengandalkan bimbingan-Nya,

setiap saat, setiap hari;

aku datang mohon tuntunan-Nya,

dalam setiap langkah melewati jalan ziarah.


Jalan yang terbentang di hadapanku,

hanya Bapa Surgawi yang tahu;

aku mengandalkan-Nya untuk membuka lembar-lembar waktuku,

seperti Ia membuka helai-helai mawar.

 
Leave a comment

Posted by on April 17, 2008 in Blogroll, INDAHNYA DUNIA

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: