RSS

Perempuanku

05 May

Perempuanku

(By Dandy)

Meski Anda menyembunyikan pikiran buruk dalam hati Anda,

tetap akan terpancar kekuatan kelam dari diri Anda.

Pikiran cinta, meski Anda tak mengungkapkannya,

maka duniapun akan terasa lebih terang.

( Ella Wheeler Wileor)

Berbulan-bulan, bertahun-tahun, cinta menjelajah dan mencari kemanapun ia pergi. Ia belajar mengenal sifat dan karakter yang berbeda dari anak manusia. Banyak yang cantik dan banyak yang menggoda. Kerap kali cinta berkata pada diri sendiri, “Ini dia orangnya … sesuai dengan doa dan pencarianku.”

Lanjut »
Berulang kali ia mengira pencariannya sudah tiba lewat senyum dan pengorbanan yang diberikan untuknya. Tapi entah mengapa, cinta tetap diam tidak berbuat apa-apa, kadang membisu, kadang dingin, lebih dingin dari salju. Seseorang menyebutnya batu karang, karena begitu keras dan sulit ditembus.

Cinta mengenal dirinya sendiri. Sekali ia mencintai, ia akan membiarkan dirinya terjerat dalam ketulusan dan keindahan. Terbuai dalam semarak cinta, mencintai dan dicintai. Terkadang ia takut dan ragu sebab pencariannya tak kunjung tiba.

Cinta menginginkan kesederhanaan, ketulusan, kepolosan, kejujuran, kepercayaan, kekaguman, keindahan dan keyakinan. Berulang kali mereka bertanya kepadanya, “Putri seperti apa yang kau inginkan? Sudah adakah putri yang singgah di hatimu? Bolehkah aku menjadi penghuni hatimu?” Berulang kali pula ia menunduk diam karena tidak tahan menatap mata bersinar penuh harap, telinga dan hati yang terbuka lebar dalam penantian. Waktu rupanya belum tiba juga.

Cinta sering tertawa sendiri ketika menyadari siapa yang diinginkannya, seseorang yang dulu pernah menyebutnya batu karang (batu cinta). Ia menginginkan seorang putri bercelana jeans berlari menawarkannya sebatang Coclate Silver. Riang menemaninya menembus hujan, panas, dan jarak bermil-mil. Membuka diri dalam kepolosan dan ketulusan, bebas prasangka – cinta yang indah. Waktu tidak pernah bosan menunggu. Ia tahu, cinta, sahabatnya itu, adalah kekasihnya. Lihatlah, kini mereka menjadi sepasang kekasih yang menari-nari di tengah taman bunga cinta di bulan semi (aku..?).

Cinta mabuk dalam pesonanya, seorang dewi berambut pendek seperti lelaki namun perempuan sejati, sejati hatinya, sejati cintanya, sejati tubuhnya. Dewasa dan kuat, tapi manja dan lemah, layaknya seorang perempuan yang harus dijaga dan disayangi. Tidak pernah malu dan suka berkata apa adanya, apa maunya. Tuhan tinggal dalam hatinya, memuja Tuhan dan kebesaran-Nya.

Dewiku, perempuanku, manisku, sayangku, cintaku, kekasihku, permata hatiku, seribu kata sebutan tidak pernah cukup untuknya – sebutan yang memabukkan jiwa yang mendengar dan mengatakannya. Cinta sedang jatuh cinta, mabuk bersama waktu yang indah. Jalan masih panjang, sepasang kekasih masih harus melewati jalan penuh air mata dan pengorbanan. Akhir kata dari semua kata manis, kata cinta dan semua keindahan yang menyukakan hati, sebuah pengharapan tegak berdiri menjulang ke atas, aku tidak bisa memaksa dengan ke-aku-anku tapi aku hanya bisa berharap dan berusaha.


 
Leave a comment

Posted by on May 5, 2008 in Blogroll, CINTA

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: