Ibu, Engkau Wanita yang Sangat Cantik

Oleh  Jhoe Dandy

Hidup saya dipengaruhi oleh satu figur besar yang melampaui siapapun. Dia adalah Ibu saya, yang dikenal dengan Ibu Sur di desa saya. DIbu, Engkau Wanita yang Sangat Cantikia dikenal sangat ramah, baik, suka menolong, serta bijaksana. Ibuku sangat disukai oleh warga desa apa lagi dikenal tempe goreng tepung yang gurih buatan ibu. Semua orang tau dengan itu. Selain ibu baik, ramah dan bijaksana, ibuku juga sangat cantik di masa mudanya.

Namun di masa tuanya, hampir tidak ada sisa-sisa kecantikan pada dirinya – saya mengatakan hal ini dengan penuh kasih. Sewaktu ia masih muda, ia adalah seorang wanita yang memiliki kecantikan klasik – saya ada foto untuk membuktikannya – tapi kecantikan itu memudar di usia tuanya. Kondisi kehidupan di Nusa Tunggal, Kecamatan Belitang III, Kabupaten OKU TIMUR , kehidupannya cukup keras  ditambah dengan perjuangan melawan Kanker di masa tuanya menjadikannya seorang wanita tua yang kurus. Bertahun-tahun di bawah terik sinar matahari dan hembusan angin desa membuat kulit wajahnya menjadi kering, kasar dan berkeriput. Saya tidak pernah melihat wajah orang lain yang memiliki keriput lebih banyak dibandingkan wajah Ibu saya. Dia lebih tahu dari siapapun akan penampilan fisiknya yang demikian– dan untuk alasan inilah, dia dengan keras menolak untuk menyimpan cermin di rumah.

Waktu bapak sakit dia begitu setia mendampingi, melayani dengan penuh cinta dan ketulusan hati yang bersinar kasih sayang tanpa balas. Rasa sakit yang berada ditumbuhnyapun tidak dihiraukan demi pelayanan kepada suami tercinta. Ketika bapa pulang dari perawatan rumah sakit ibu langsung di bawa ke RS. Charitas Belitang, di sana hasil diaknosa sang dokter bahwa ibu terkena kanker, ibu panik dan defresi serta semua keluarga pun juga merasakan hal yang sama. Tanpa kompromi kakak saya Mas Tato (nama panggilannya) langsung membawanya ke RS. Charitas pusat yang berada di kota Palembang dan diikuti kakak-kakak saya yang lain.

Setelah saya mengetahui kejadian itu, saya tidak bisa berbuat apa-apa karena saya baru mengadakan penelitian di Buleleng, Singaraja, Bali untuk skripsi saya, saya belum bisa pulang pada waktu itu. Kurang lebih 3 minggu saya mengadakan penelitian, karena saya tidak enak dalam perasaan saya maka saya akhirnya pulang ke rumah.  Dalam perjalanan pulang pun banyak sekali hambatan yang saya hadapi, baik ban bus pecah, hampir kecelakaan dan bahkan bus rusak saat mau menyebrang ke sumatera yang harus menunggu hampir  9 jam. Hati saya semakin tidak menentu rasa kawatir, kecewa, kesal, marah, sedih, berontak dll, namun semua perasaan itu tidak dapan mengubah situasi yang ada. Akhirnya sekitar jam 6 sore bus kami selesai diperbaiki dan kamu langsung berangkat menuju Sumatera.

Dalam keadaan perasaan yang tidak menentu akhirnya saya sampai di rumah sekitas jam 8 pagi, ku peluk ibuku yang kering kulitnya serta hanyak tinggal tulang, aku tidak pernah menyangka semua ini terjadi pada ibuku yang penuh cinta, kasih sayang, setia, sabar, patuh pada Tuhan, rajin berdoa serta baik dan bijaksana. Melihat keadaan itu hatiku menangis, meronta serta memberontak pada Tuhan kenapa ibu dibuat seperti ini (teriakanku dalam hati).

Dengan kepulanganku semua anggota keluarga sudah berkumpul semua, mendengar aku datang ibu bahagia dan keadaannyapun membaik. Suasana keluarga juga menjadi senang. Ketika hari kelima aku berada di rumah semua berubak keadaan ibu menurun dratis dan hingga koma, saya pun mengajak semua anggota keluarga berdoa dan menyerahkan ibu seutuhnya kepada Tuhan. Dan pada hari Selasa, 12 Agustus 2008 jam 03.15 WIB, ibu di Panggil Tuhan. “ Ya Tuhan semua kuserahkan pada-MU, terima kasih Engkau telah membebaskan ibuku dari rasa sakit.” (doaku dalam hati).

Dengan begitu cepatnya semua tetangga mendengar dan berkumpul dirumahku, aku tidak meneteskan air mata sedikitpun sampai ibu dimandikan. Dan setelah dimandikan dan di pakaikan baju yang sudah dia pesan sendiri dariku, aku mengajak keluargaku serta orang-orang yang ada untuk berdoa, dan ketika aku mengucapkan “Selamat Jalan Ibu, Aku Mencintaimu”, aku sudah tidak tau apa yang terjadi selanjutnya, yang aku rasakan hanya gelap dan gelap.

Semua sudah berlalu, kini hampir 3 tahun ibu meninggalkan keluargaku, namun aku sangat merasakan ia selalu berada di sampingku setiap saat. Aku kangen ibu…. kangen sekali.

Terima kasih ibu atas kasih sayangmu, cintamu, pendampinganmu saat-saat aku bandel, nakal, dan buat masalah engkau tetap setia mendampingiku dengan pelukan sayangku. Semoga engkau hidup damai di Surga.

Bagi siapapun yang membaca tulisan ini, aku hanya berpesan ‘SAYANGILAH IBUMU DENGAN PENUH HATI’ meminta maaflah segera jika engkau berbuat salah. Jangan sia-siakan waktumu bersama ibu.

Ibu aku menuliskan ini karena aku kangen sama ibu, “Ibu Engkau Wanita Yang Sangat Cantik” aku menyayangimu.

 

Salam sayang, anakmu:

(Jhoe Dandy)

Advertisements

Author: Yohanes

Aku seorang Profesional Muda

7 thoughts on “Ibu, Engkau Wanita yang Sangat Cantik”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s