RSS

Apakah Keputusanku?

18 Jan

Kau melesat kearahku bagai anak panah yang ditarik dari busurnya. Keindahan pagi itu seperti terkoyak oleh langkah panjangmu. Dari kejauhan, aku sudah dapat melihat dua sungai airmata yang merobek pipimu. Aku tau, dibawah kelopak matamu, masih tersimpan bendungan airmata yang bisa jebol kapan saja.

“Mas, kita harus bicara”  katamu tanpa mengucap salam seperti biasanya. Aku menunggu rentetan kata bagai rel kereta darimu. ”Kita harus mengambil keputusan, yah” katanya sambil terisak. Aku memberi tissu padanya supaya membendung tetes tetes yang akan mengalir dipipinya. Sebenarnya aku ingin menawarkan dada, tempat menyandarkan kepalamu. Tapi melihat gestur tubuhmu, aku yakin kau lebih butuh keputusan dibanding dada sandaran kepalamu.

“mas ,aku dijodohkan oleh orang tuaku, kau tau itu, dan aku tak cinta sama sekali sama orang itu. Aku menawarkan kesempatan buatmu untuk membawaku lari supaya aku bisa hidup denganmu”.

Aku melongo bagai kecoak tak bersungut, ini adalah tawaran tak terduga. Aku mencintainya, sangat mencintainya. Tapi untuk nikah aku masih mempersiapkan diri. Dan bila sekarang aku membawa kabur perempuankuku, maka akan ada banyak orang yang tersakiti. Aku perang batin antara keinginanku bersamanya atau melepasnya untuk kebaikan bersama. Yang terakhirlah yang menang, aku akan melepaskannya.

“Pulanglah sayang, menikahlah dengan pilihan orang tuamu”. Aku mulai merasakan airmata itu tiba tiba berubah menjadi api yang dapat membakar apapun disekitarnya.
‘Plakkk’ sebuah tamparan mengenai pipiku. ”Hai pengecut, itukah yang kau namakan cinta. Kau bahkan tak berusaha menolongku dari sebuah pernikahan yang tak kuinginkan. Dasar lelaki pengecut”. Secepat ia datang, secepat itu pula ia pergi….

Dari kisah di atas, kini aku mengalami hal yang sama, dikala aku harus memutuskan dan mengambil keputusan. Cinta, apakah engkau harus kupertahakan. “IA AKU HARUS DIPERTAHANKAN” jawab Cinta. Namun semua itu tidak mudah, kini ketika aku mau memasuki jenjang berikutnya tantangan demi tantangan terus ada dan tidak pernah berhenti dan aku harus melaluinya.

Yang menjadi beban yang berat adalah ketika hubunganku tidak direstui orangtuanya dan juga dari pihak keluargaku. Aku bingung, aku streess…dan amat streesss….namun aku masih dalam proses mengambil keputusan, aku harus mengambil keputusan, dan itu HARUS. Sekarang aku harus memilih “Menikah denganm cintaku dengan berbagai tantangan?” atau “Aku melepaskan semuanya”. Keputusanku adalah…

Crita bersambung heeeehhhe….

 
1 Comment

Posted by on January 18, 2011 in Blogroll, INDAHNYA DUNIA

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

One response to “Apakah Keputusanku?

  1. silvia

    January 19, 2011 at 12:11 am

    apa pun itu…. putuskanlah yang membuat mu bahagia…😀
    Tuhan memberkati….🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: