RSS

Tuhan Telah Memberi Jalan Bagiku

23 Apr

Hidup oh hidup, hidup penuh dengan ambisi, hidup penuh dengan tawaran, hidup penuh dengan pilihan, hidup penuh dengan tantangan, hidup penuh dengan harapan, hidup penuh dengan cinta, hidup penuh dengan kedamaian, Hidup penuh kesederhanan dan rendah hati, hidup penuh dengan kebahagian, dan hidup penuh dengan….., hidup penuh dengan….., hidup penuh dengan….., hidup penuh dengan….., hidup penuh dengan….., dan kekhawatiran.

Apa kata Tuhan Yesus bila hidup penuh dengan kekhawatiran, di dalam Injil Matius 6:25-34,  Yesus meminta murid-muridnya untuk tidak khawatir. Di dalam sembilan ayat itu, kalimat “janganlah khawatir” diucapkan sebanyak tiga kali. Yesus tahu sebagai manusia kita cenderung untuk khawatir.

Khawatir tidak mengenal siapakah kita. Apakah orang pintar, bodoh, kaya, miskin, tua atau muda. Semuanya punya kekhawatiran. Yang bodoh khawatir karena banyak hal yang tidak ia ketahui, yang pintar khawatir karena ia tahu terlalu banyak hal. Yang miskin khawatir karena ia merasa tidak cukup dan yang kaya khawatir karena ia takut kehilangan. Yang tua khawatir karena harus menghadapi maut dan yang muda khawatir karena harus menghadapi masa depan.

Riset oleh majalah Christiantianity Today  yang saya baca di internet menunjukkan bahwa 38% orang khawatir tentang pekerjaan/karir; 22% tentang uang; 10% karena anak; dan 9% kesehatan. Pekerjaan dan uang itu saling berkaitan karena kita bekerja untuk uang, jadi bisa dikatakan hampir 60% orang khawatir tentang uang. Seiring dengan peningkatan kemakmuran, maka kadar stress dan kekhawatiran juga akan meningkat.

Kalau melihat riset di atas munjul pertanyaan “Apa yang dapat kita katakan tentang kekhawatiran?” Injil Matius 6: 27, “Yesus bertanya, siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambah sehasta saja pada jalan hidupnya?” Dengan kata lain, apakah kekhawatiran dapat mengubah keadaan? Apakah dengan mengkhawatirkan hidup kita, kita dapat menambah hidup kita barang satu hari pun? Kekhawatiran itu tidak akan membuahkan hasil apa pun. Kekhawatiran itu sebenarnya adalah sesuatu yang sia-sia. Sama sekali tidak produktif dan tidak mungkin dapat mengubah keadaan. Karena itu kekhawatiran adalah suatu tindakan orang bodoh. Bukan saja tidak mengubah suatu apa pun, tapi malah menghilangkan sukacita. Dan tidak heranlah kekhawatiran merupakan senjata ampuh Iblis untuk melumpuhkan anak-anak Tuhan.

Dengan khawatir, kita sebenarnya sedang meragukan kata-kata yang disampaikan oleh Yesus di sini. Sebenarnya sangat tidak masuk akal untuk khawatir karena Alalh sudah berjanji Dia akan memelihara kita. Tapi kalau kita tetap saja masih khawatir, hal ini menunjukkan bahwa kita sebenarnya tidak percaya pada Allah. Dengan kata lain, kita bisa saja dianggap telah memandang ucapan Yesus itu sebagai ngomong kosong.

Coba kita lihat seorang anak, tidak akan pernah khawatir apakah bapak atau ibunya akan menberinya makan. Dia tahu, saat dia lapar, makanan akan tersedia. Dalam hubungan anak dan orang tua, anak itu sama sekali tidak punya kekhawatiran. Dia yakin orang tuanya akan menyediakan.  Dia hidup dalam keyakinan akan kasih orang tua kepadanya. Yang menjadi masalah kita adalah, kurangnya keyakinan bahwa Allah itu mengasihi kita sebagaimana seorang bapa mengasihi anaknya. Kita tidak yakin akan hal itu. Kerana itu kita ragu apakah Allah benar-benar akan memelihara kita. Ini juga menunjukkan bahwa hubungan kita dengan Bapa di surga itu kurang nyata atau riil.

Saya sebagai manusia juga tidak luput dari rasa khawatir seperti yang saya ungkapkan di atas, pekerjaan saya hanya sebagai seorang guru yang melihat dari segi ekonomi hanya pas-pasan saja, dan saya sadari sebagai manusia saya masih mengejar kesempurnaan, kadang saya tetap khawatir. Di dalam kekhawatiran saya, yang sering saya lakukan, yakni: Merenungkan kasih Allah yang diberikan kepada saya. Kalau Allah rela mengorbankan putra-Nya yang terkasih demi saya, tidakkah Dia akan memelihara saya, hal yang sangat mudah bagi-Nya. Berdoa. Kekhawatiran tidak dapat mengubah apa-apa namun saya yakin Doa  dapat mengubah segalanya. Saat saya khawatir, kita bisa panik dan strees. Kutemukan ayat kitab suci dari Filipi 4: 6 berkata, “janganlah hendaknya kamu khawatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur”.  Serta 1 Petrus 5: 7 “Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara kamu”. Bersyukur. Panjatkan doa dengan ucapan syukur (Fil. 4.6). Saat saya dapat bersyukur, di saat itu kekhawatiranku hilang. Fokuskan pada hal yang dari Tuhan. Pikirkanlah semua yang benar, yang mulia, yang suci, yang manis, yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan semua yang patut dipuji. Di saat kita stress dan khawatir, fokuskanlah pikiran pada hal-hal yang membangun.

Hari raya Paskah, Tuhan Yesus memberi contoh dengan perbuatan yang Dia alami, yakni berserah sepenuhnya pada Bapa, Ia menerima apa yang akan Dia alami dalam penebusan dosa manusia. Dia akan ditangkap, disiksa, dan wafat di kayi salib dengan keadaan yang mengerikan. Dia tidak seperti manusia lagi, karena bilur-bilur dosa manusia.  Namun dengan kesetiaan yang tidak kiranya, Ia bangkit dengan cinta yang tulus, dan dengan kebangkitan-NYA itu manusia sadar bahwa Dia sungguh-sungguh Allah.

Kini aku sadar, aku yang sering sekali kawatir, merasa hidupku nanti akan kacau, tidak jelas, masa depan yang suram, hidup tak nyaman, merasa tidak memiliki teman, sahabat maupun saudara. Namun Tuhan Yesus tidak pernah meninggalkanku, Dia dengan setia mendampingi aku, menggadeng aku dan menuntun aku untuk kembali ke jalan-NYA. Maafkan dan ampuni Aku ya Yesus yang sering melupakan-MU, mengabaikan-MU. Kini aku akan selalu berjalan di jlan-MU.

Semoga dengan kepercayaan kepada Yesus dengan hati yang tulus dan iklas, kekawatiran selalu bisa diolah dan nantinya semakin dapat menemukan makna hidup yang sebenarnya.

Kiranya kita menjadi anak Tuhan yang bebas dari kekhawatiran dan stress. Tuhan memberkati.

Yesus my God, I trust in You

Salamku

 
3 Comments

Posted by on April 23, 2011 in Blogroll, INDAHNYA DUNIA

 

Tags: , , , , , , , , ,

3 responses to “Tuhan Telah Memberi Jalan Bagiku

  1. arik

    April 24, 2011 at 2:18 pm

    lakukan segala sesuatu dengan mengeluarkan semua kemampuan terbaik yg kamu miliki……….

     
  2. Yohanes

    April 25, 2011 at 11:37 am

    Betul Mas Arik, Pasti semuanya akn Tercapai bila dilakukan dengan hati penuh damai

     
  3. Jada Terankaipivo

    December 17, 2011 at 10:53 pm

    Masa depan yang cerah selalu tergantung kepada masa lalu yang dilupakan, kamu tidak dapat hidup terus dengan baik jika kamu tidak melupakan kegagalan dan sakit hati di masa lalu.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: