RSS

Jadilah Penglihatanku

29 Sep

“Kepunyaan kekasih aku, kepadaku gairahnya tertuju.” Kidung Agung 7:10.

             Kidung Agung adalah lagu cinta yang diilhami. Buku itu berbicara tentang komitmen cinta. Cinta bukanlah sebuah emosi yang sentimental berdasarkan pada ketertarikan fisik. Itu bukanlah perasaan dangkal yang berpusat pada kekekalan. Cinta itu adalah satu komitmen kekal berdasarkan pada karakter orang lain. Cinta itu adalah daya tarik agung antara dua individu.

            Cinta itu penuh hasrat kepada orang yang dicintai. Cinta tidak akan pernah berlalu begitu saja, berpuas diri, atau pasif. Cinta itu selalu aktif, selalu agresif, selalu mencari. Pecinta dalam buku Kidung Agung bersenandung, “Kutemui jantung hatiku; kupegang dan tak kulepaskan dia. Kid. 3:4. “Kekasihku kepunyaanku, dan aku kepunyaan dia.” Kid. 2:16. Cinta yang tulus, dan sungguh-sungguh adalah sebuah komitmen yang penuh hasrat kepada orang yang dicintai. Hasrat ini, komitmen ini, dedikasi ini bercirikan semua Kekristenan sejati. Kekristenan sejati bukanlah sesuatu yang dangkal. Itu adalah pengalaman yang nyata dengan Yesus. Adalah mungkin memiliki “bentuk luar tanpa hasrat dari dalam batin.” Hari ini Allah memanggil kita pada satu pengalaman batin bersama Dia.

            Antara tahun 500 dan 700, gereja Irlandia bergelora dalam semangat kerohanian. Orang-orang Kristen Celtic mula-mula menekankan kehadiran Allah dalam hidup mereka. Lagu-lagu dan puisi, serta doa mereka mencerminkan kesalehan mereka dalam pertemuan pribadi dengan Allah. Doa-doa orang Kristen Celtic mula-mula ini menyatakan kemungkinan dsatu hubungan kasih, satu persahabatan yang actual dengan Allah.

            “Aku menekuk lututku;

            Di hadapan Bapa yang menciptakan aku;

            Di hadapan Anak yang telah membeliku;

            Di hadapan Roh yang telah menyuscikan aku;

            Dalam persahabatan dan kasih sayang.”

            Dihubungkan dengan kasih kepada kita, Allah merindukan kasih sayang kita. Ia merindukan persahabatan kita. Ia mengajak kita pada Kekristenan yang autenik. Dalam kata-kata lagu pujian Celtic yang lama, “Jadilah Engkau Penglihatanku, Oh Tuhan yang ada dalam hatiku; tidak ada yang dapat menyelamatkan aku selain Engkau; pemikiran yang terbaik adalah tentang Engkau, siang atau malam, waktu terjaga atau waktu tertidur. Hadirat-Mu adalah terangku.”

            Salomo benar. Kasih tidak memberikan kita pilihan yang lain daripada berhasrat kepada seseorang yang kita kasihi. Kita menginginkan Dia, dan Ia menginginkan kita. Kita puas dengan Dia, dan Ia puas dengan kita. Kita adalah sahabat-sahabat-Nya yang setia sekarang dan sepanjang kekekalan.

 
Leave a comment

Posted by on September 29, 2011 in INDAHNYA DUNIA

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: